Sonntag, 22. März 2009

Bulan Purnama


Foto ini saya ambil bulan yg lalu. Waktu itu kita melakukan hiking disebuah hutan. Berhubung kita datang kesana agak sore dan dimusim winter sang mentari selalu ingin secepatnya bersembunyi, akhirnya kita harus berjalan didlm kegelapan hutan. Untungnya saja salju masih bertebaran diatas tanah, jadi dari sana kita mendapatkan sedikit sinar dan alhamdulilah sang rembulan berbaik hati dgn memberikan sinar purnamanya kepada kita. Sebagai rasa terimakasih saya berusaha utk memoto sang bulan, tetapi hasilnya banyak yg gagal ( gelap bow....tangan saya tdk bisa tenang memegang foto yg membutuhkan wkt yg cukup lama ).



Dienstag, 17. März 2009

Pont de Normandy - Siang Hari

Jembatan yang satu ini merupakan salah satu atraksi bagi para turis yg berliburan di provinsi Normandy terutama jika mereka ingin menuju kota cantik Hornfleur atau kota diseberangnya Le Havre. Sayangnya jika ingin melalui jembatan ini kita diharuskan utk membayar € 5 utk sekali jalan. Tetapi bisa dimengerti jika mereka meminta pungutan krn utk membangun dan merawat jembatan ini membutuhkan biaya yg cukup besar. Selain dgn mobil, kita juga bisa mengendarai sepeda atau berjalan kaki (ada jalur khusus). Jujur aja, saya agak takut utk berjalan kaki diatas jembatan ini krn gerakan dari mobil² yg berseliweran bisa kita rasakan dan dibawah sana membentang sungai seine yg cukup dalam dan lebar.



Kami sempat 4 kali melalui jembatan ini. Untuk memoto jembatan secara dekat dari dalam mobil cukup sulit karena gerakan mobil itu sendiri dan juga posisi duduk saya yg disebelah kanan. Saya sempat mengambil foto dari kejauhan tetapi sayangnya cuaca saat itu agak berkabut.



Donnerstag, 12. März 2009

Sedikit relaks

Foto angsa ini saya ambil dari atas jembatan di kota kecil yg bernama Wissant - Normandy. Waktu itu sang mentari bersinar cukup terik, saya memutuskan utk beristirahat, sedangkan uwe asyik menjelajahi sudut² dikota imut ini. Tadinya saya berpikir angsa ini hanya mempunyai satu buah kaki saja dan saya merasa kasihan karenanya. Ternyata ketika seorang bocah melemparkan sepotong roti sisa, angsa tersebut dgn gemulai menampakkan kaki yg disembunyikan dibawah perutnya dan berenang dgn tenang menuju sang bocah. Ealaaah....rupanya si angsa lagi siesta toh ?!


Kalau foto burung camar ini saya ambil disebuah pantai kota turis tua yang cantik, bernama Deauville. Seperti diketahui jika pantai menghadap kearah lautan (dlm hal ini lautan Atlantik), angin yg berhembus terasa cukup kencang. Tetapi hal ini tidak menyurutkan beberapa burung camar yg ingin beryoga ditepi pantai ini.




Sonntag, 22. Februar 2009

Porte d'Amont

Masih disekitar pantai Etretat. Seperti diketahui bahwa disekitar pantai terdapat 2 buah bukit batu yg terletak disisi kiri dan kanan yg bernama Porte d'Aval dan Porte d'Amont.


Foto Porte d'Amont ini saya ambi disore hari dari atas bukit Porte d'Aval. Diatas bukit ini terdapat gereja keci lyg bernama Notre Dame de la Garde.



Freitag, 13. Februar 2009

Porte d'Aval


Foto ini saya ambil saat kami berada di kota Etretat - Normandy. Setiap hari kami selalu melakukan tour mengunjungi kota² atau desa di sekitarnya dan kembali di sore hari. Setelah istirahat sebentar, biasanya kami berjalan² disepanjang pantai menikmati hembusan angin laut, deburan ombak atau mendaki ke atas bukit Porte d'Aval untuk menikmati sunset, dijamin deh pemandangan dari atas bukit ini benar² menakjubkan.


Jika laut sedang surut kita bisa berjalan jauh menyusuri kaki bukit Porte d'Aval (mirip kepala gajah), dimana disisi kaki bukit terdapat goa² alami yg ditumbuhi oleh kerang hijau dan tumbuhan laut lainnya. Hanya saja kita harus mengetahui kapan waktu laut akan surut dan pasang krn jika tidak hal ini bisa membahayakan diri sendiri. Setiap pantai mempunyai waktu pasang dan surut yg berbeda-beda. Biasanya kita bisa mendapatkan informasi ini di pusat informasi utk turism atau terkadang ada selembar kertas di papan informasi didekat pantai.

Samstag, 10. Januar 2009

Watta naice Weder


Sore hari saya mengajak uwe untuk berjalan keluar, kali ini saya ingin wandern di daerah Schlagersand. Sudah cukup lama kami tidak hiking disana dan yang pasti sih saya juga ingin melihat air kanal yang membeku. Sebenarnya sore itu kami agak telat pergi dari rumah, jadinya saya memutuskan utk tidak membawa kamera. Saya hanya membawa tas kecil berisi hp dan dompet serta tongkat Nordicwalking.

Rupanya perkiraan saya salah, disuatu tempat kami melihat sebuah jalan yg pemandangannya sangat menarik. Segera uwe membelokkan mobil dan mencari tempat parkir. Saya sempat menggerutu sendiri krn tdk membawa kamera tp melihat pemandangan sekitarnya yg indah hati saya merasa tenang. Lalu saya meminjam kameranya uwe dan berusaha mengingat posisi foto yg saya ambil. Dari situ kami melanjutkan perjalanan menuju Schlagersand. Berhubung kami mengambil jalan memotong ( jalan tikus ) yg rupanya jalan tersebut cukup licin sehingga mobil harus berjalan agak lambat. Walhasil saat kita tiba di Schalgersand matahari secara perlahan mulai pamit utk kembali ke peraduan. Kita tetap memutuskan utk wandern dan tiba di tepi kanal yg membeku. Kami benar² menikmati jalan sore hari itu....mmmm...Maha besar Engkau ya Rabbi......



Donnerstag, 8. Januar 2009

Brrrr....danau Dümmer membeku


Masih ingat tidak dgn foto yang saya ambil di danau Dümmer (Dümmer See). Nah....berhubung hampir 2 minggu ini negara Jerman diserang suhu yang sangat dingin (suhu terrendah sekitar minus 29,5 °c), akhirnya menyebabkan banyak danau dan kanal yang membeku. Salah satunya adalah danau buatan yang bernama Dümmer (lebar danau ini kira² 5 km), yang terletak kira² 40 km dari kota tempat tinggal saya. Sebenarnya tak jauh dari rumah kami juga ada danau kecil hanya saja tempat tersebut terlalu dipenuhi orang².


So...diawal bulan ini kami sempat pergi ke Dümmer See, kebetulan cuaca hari itu cukup ramah, tidak ada angin dan sang mentari masih mau menampakkan dirinya. Waaah....saya sangat terpana melihat pemandangan didanau yg membeku ini, banyak orang yg melakukan kegiatan yg menarik, mulai dari ice skating, ice-hoki, selancar angin atau sekedar jalan². Pada awalnya saya agak takut utk jalan ke tengah danau apalagi dibeberapa tempat saya melihat retakan ice yg sangat panjang. Tetapi sejalan dgn waktu saya mulai berani berjalan lebih jauh apalagi saya melihat banyak orang melakukan hal yg sama dgn kami. Sayang....ketika sang mentari mulai lelah, suhupun mulai terasa dingin. Kami memutuskan utk pulang kerumah dan berjanji esok hari akan kembali lagi.