Tidak terasa bulan suci Ramadhan sudah berada diambang pintu. Jika ada salah² kata atau komentar yang pernah tertulis, dari hati yang terdalam saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.

Foto ini saya ambil sdh cukup lama, kalau tidak salah disekitar Venne Moor. Saat foto di ambil hari mulai gelap, maklumlah....masih berada dimusim winter. Saya sangat tertarik dgn situasi yg ada dan berusaha membuat foto ini, untung saja ada sebongkah batu disana sehingga bisa dipakai sbg tempat menahan tangan agar tdk goyang.
Sudah sejak lama saya berpikir bagaimana mendapatkan foto "super makro" dgn peralatan yg saya miliki. Saya merasa tdk puas dgn hasil foto makro laba² . Sulit rasanya jika kita ingin mengambil foto binatang super imut (misalnya laba², semut atau kupu²) dgn hasil yg super tajam dgn peralatan ala kadarnya. Selain itu ada banyak hal yang harus diperhatikan jika kita ingin memoto "super makro" misalnya peralatan utama dan penunjang . Seperti diketahui ada banyak jenis lensa makro dipasaran dan setiap jenisnya mempunyai fungsi masing². Saya sendiri bingung jika ditanya ingin memiliki lensa yg mana krn semua itu tergantung situasi dan kodisi objek yg akan kita foto. Belum lagi peraltan penunjang lainnya, terkadang bikin pusing kepala.
Lensa makro yg saya milik tdk bisa mengambil foto dgn jarak super dekat dari objek yg akan di foto. Lensa ini bisa dipakai untuk memoto binatang dgn jarak yg agak jauh, misalnya burung, rusa, ayam hutan dll. Jika ingin memoto super dekat ada peralatan khusus yg bisa saya gunakan dan itu berarti keluar dana. Setelah surfing cukup lama dan membaca dari beberapa forum, sepertinya saya tertarik untuk mencoba dari yg termurah lebih dahulu, misalnya dgn menggunakan retro adapter /Umkehrring (Riverse ring). Saya akan mencari informasi lagi tentang alat penunjang ini.
Semenjak saya mempunyai hobby memoto, pandangan mata saya terhadap alam dan lingkungan sekitar menjadi agak intensif. Hal² kecil yang dahulunya tidak terlalu mendapat perhatian sekarang justru sebaliknya, misalnya setelah saya amati ternyata disekitar halaman belakang rumah terdapat banyak jenis laba, mungkin lebih dari 5 jenis (yg bentuknya imut). Sayangnya saya hanya bisa memoto 3 jenis saja krn peralatan yg saya miliki tdk memungkinkan. Insya Allah jika nanti hasilnya bagus akan saya pajang.
Masih ingat tidak cerita ttg laba-laba yang menurut saya mempunyai kaki yg sangat panjang. Bentuk tubuh laba² ini sangat mungil kira² 0,5 cm ( dari kepala hingga buntut) tetapi panjang kakinya jika direntangkan mungkin 10x lipat dari panjang tubuhnya. Setelah saya lihat di layar monitor ternyata bentuk kepala kaki laba² ini agak mirip dgn rajungan atau kepiting.
Sejak beberapa hari yg lalu kompi kita ngambek, sepertinya ada sesuatu didalamnya. Setelah di otak-atik cukup lama oleh seorang sahabat, si kompi tetap saja bandel dan lambat sekali. Akhirnya keputusan terakhir diambil yaitu dgn pembersihan total. Sayangnya ada beberapa font/Schriftart yg menghilang dan ada yg bertambah, salah satunya adalah font identitas dari blog ini. So....sekarang mau tidak mau saya harus menggantinya.Jum'at kemarin saya menemani mertua belanja di Wochenmarkt yg terletak agak jauh dari rumah. Seperti diketahui bhw Wochenmarkt ini tempatnya setiap hari selalu berpindah². Tadinya sih saya berniat utk jepret sana-sini tetapi keinginan itu harus dihilangkan, tdk enak rasanya kalau kita memoto dan ada org lain yg menunggu. Saya hanya bisa mengambil satu foto saja. Lain kali saya akan pergi sendirian aja deh....
Hari sabtu kemarin kegiatan saya cukup padat. Pagi hari saya genjot sepeda menuju Wochenmarkt untuk membeli beberapa pesanan mertua. Berhubung tadi belum sempat sarapan, acara lanjut dgn membuat kartoffelpuffer (bakwan kentang-resep nanti ada diblog) . Setelah itu saya membuat brownies krn stok dark chocolate saya yg hampir kadaluarsa. Nah...berhubung oven masih sangat panas kemudian saya isenk membuat Käsestange dari adonan pasrty yg sdh jadi (beku) yg diberi keju parut dan wijen. Cukup capek kaki ini krn sejak tadi pagi berdiri terus. Kemudian saya memutuskan utk istirahat sambil minum teh di kebun belakang.
Lagi asyik²nya minum teh, tiba² saya melihat spider kecil tetapi mempunyai kaki yg amat sangat panjang. Sayang saya tdk mempunyai kaca pembesar tetapi krn kamera kebetulan ada disebelah, mau tdk mau spider ini menjadi objek jepretan. Syuseh juga utk memoto binatang imut ini, apalagi pakai acara ngumpet disela-sela bunga. Ingin menggunakan tripod juga susah apalagi pakai tangan bebas, hasil foto cukup buram. Setelah diakali dgn berbagai cara dan posisi, saya mendapatkan 1-2 foto yg cukup tajam.
Truz setelah itu saya ingin total istirahat dan naik ke atas. Sambil berbaring di sofa saya berdiskusi dgn uwe tentang bagaimana mendapatkan foto makro yg tajam. Tiba² kita dikejutkan dgn suara seperti semburan gas. Uwe cepat bangkit dari kursi dan membuka jendela, lalu berkata....benar perkiraan saya.... lihat ida ada 2 balon balon gas. Saya tdk percaya krn hari hampir menjelang malam (saat itu jam 20:00) apalagi hari itu udara agak dingin, siapa lagi yg mau naik balon gas. Ternyata benar, dari kejauhan kita bisa melihat sang pilot sedang menyemburkan gas supaya posisi balon agak naik. Lalu dgn spontan saya sempat mengabadikannya. Setelah itu saya tepar......KO.
Kali ini tidak banyak yang bisa saya goreskan.......silahkan anda mengambil inspirasi sendiri.
Tadi sore setelah menyapu kebun belakang dan memotong ranting² pohon mawar, acara saya lanjut dgn membersihkan rumah. Tiba² saya melihat uwe masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang. Tentu saja saya heran sekali krn biasanya pintu belakang selalu terkunci. Rupanya ibu mertua lupa menutup pintu garasi dan pintu masuk ke kebun. Wealaaah........biyung !untung saza pintu belakang rumah (dapur) terkunci.
Saya sempat bicara dgn uwe sebentar hingga akhirnya dia meminta tolong kpd saya utk mengambilkan piring pizza miliknya yg terletak diatas lemari. Tanpa curiga (aneh juga sih...kok sore hari minta piring pizza sih, padahal dia nggak beli pizza) saya naik ke kursi lalu ke meja utk mengambil piring tersebut sambil badan saya ditopang oleh tangannya. Masya Allah......saya terpana waktu melihat kotak hitam agak besar yg terletak diatas piring pizza. Antara percaya dan tidak saya membaca bagian depan dari kotak tersebut, sigma makro 150 mm. Perasaan saya sangat terharu sampai tdk bisa berkata apa² dan tanpa terasa mengeluarkan airmata. Beginilah karakter suami saya, terkadang ada saja kejutannya. Danke mein lieber Uwi.
Hari Minggu ini suasana disekitar rumah sangat tenang. Anak² tetangga sedang pergi berlibur dan mertua juga pergi ke luar kota. So... kesempatan ini saya gunakan untuk hunting foto disekitar kebun belakang. Tadinya sih saya hanya ingin memoto bunga² tetapi akhirnya jadi terinspirasi untuk membuat foto yg ini.
Suer, untuk membuat foto ini sangat susaaaah sekali. Maklumlah saya hanya memakai lensa makro 60 mm, jadi ngambil foto tetesan air ini harus sedekat mungkin. Andaikata saya memiliki lensa makro 150 mm mungkin saya tdk perlu bersusah payah gotong² panci gede milik mertua serta talenan gede milik uwe. Hampir saja saya menyerah krn kendala yg ada misalnya sbb:
- letak sarang laba²nya yg ada ditengah pohon Hortensien ( Hydrangea macrophilla ) sehingga sulit dicapai oleh kamera dan tripod ( saya pakai table tripod yg diganjel dgn panci dan talenan kayu ). Meletakkan tripod juga hrs hati² krn bisa merusak struktur sarangnya.
- bentuk sarang laba²nya yang kecil sehingga tetesan air yg didapat juga imut² bahkan hampir amit² ( besar tetesan airnya kira² 1 mm ).
- Hembusan angin yg sering datang sehingga fokus yg saya pantau menjadi terganggu ( ini yg bikin saya hopeless banged ).
Saya membuat fotonya puluhan kali tetapi hanya beberapa foto yg terlihat cukup lumayan. Saat bangkit, dengkul dan tulang punggung terasa pegal dan agak sakit. Untung aza tidak terserang kram krn sebelumnya saya sudah menelan pil magnesium. Jujur.....saya kurang puas dgn hasilnya tetapi cukup lumayan untuk Photographer amatir kelas teri spt saya ini .
Frustasi karena belum juga mendapatkan foto yang tajam dari gerakan air akhirnya utk sementara percobaan di "break " dulu. Tapi insya Allah minggu depan akan saya coba lagi. So....foto yg saya pajang kali ini tidak istimewa, sekedar berbagi cerita. Kebetulan waktu selesai shalat subuh saya membuka jendela dan melihat pemandangan dilangit yang lumayan indah (kira² jam 5 subuh). Tadinya sih saya ingin menunggu sampai sang mentari bangun dari peraduannya, tetapi mata saya rupanya masih sangat mengantuk.
Kalau foto yang lain diambil sudah agak lama, mungkin 2 minggu yang lalu saat kita janjian dgn marion dan ulli utk dinner di resto chinese langganan kami. Foto yg tengah diambil kira² jam 10 malam sedangkan yg bawah diambil disiangharinya.
Ps: Esok hari tetangga akan pergi berliburan ke P Just ( Nordsee) selama 2 minggu dan saya mendapat tugas utk menjaga tanaman dan membuat foto bunga Agapanther milik mereka. Tentu saja saya akan menjalankan tugas ini dgn sebaik mungkin .