Sore hari saya mengajak uwe untuk berjalan keluar, kali ini saya ingin wandern di daerah Schlagersand. Sudah cukup lama kami tidak hiking disana dan yang pasti sih saya juga ingin melihat air kanal yang membeku. Sebenarnya sore itu kami agak telat pergi dari rumah, jadinya saya memutuskan utk tidak membawa kamera. Saya hanya membawa tas kecil berisi hp dan dompet serta tongkat Nordicwalking.
Rupanya perkiraan saya salah, disuatu tempat kami melihat sebuah jalan yg pemandangannya sangat menarik. Segera uwe membelokkan mobil dan mencari tempat parkir. Saya sempat menggerutu sendiri krn tdk membawa kamera tp melihat pemandangan sekitarnya yg indah hati saya merasa tenang. Lalu saya meminjam kameranya uwe dan berusaha mengingat posisi foto yg saya ambil. Dari situ kami melanjutkan perjalanan menuju Schlagersand. Berhubung kami mengambil jalan memotong ( jalan tikus ) yg rupanya jalan tersebut cukup licin sehingga mobil harus berjalan agak lambat. Walhasil saat kita tiba di Schalgersand matahari secara perlahan mulai pamit utk kembali ke peraduan. Kita tetap memutuskan utk wandern dan tiba di tepi kanal yg membeku. Kami benar² menikmati jalan sore hari itu....mmmm...Maha besar Engkau ya Rabbi......

Masih ingat tidak dgn foto yang saya ambil di danau Dümmer (Dümmer See). Nah....berhubung hampir 2 minggu ini negara Jerman diserang suhu yang sangat dingin (suhu terrendah sekitar minus 29,5 °c), akhirnya menyebabkan banyak danau dan kanal yang membeku. Salah satunya adalah danau buatan yang bernama Dümmer (lebar danau ini kira² 5 km), yang terletak kira² 40 km dari kota tempat tinggal saya. Sebenarnya tak jauh dari rumah kami juga ada danau kecil hanya saja tempat tersebut terlalu dipenuhi orang².
So...diawal bulan ini kami sempat pergi ke Dümmer See, kebetulan cuaca hari itu cukup ramah, tidak ada angin dan sang mentari masih mau menampakkan dirinya. Waaah....saya sangat terpana melihat pemandangan didanau yg membeku ini, banyak orang yg melakukan kegiatan yg menarik, mulai dari ice skating, ice-hoki, selancar angin atau sekedar jalan². Pada awalnya saya agak takut utk jalan ke tengah danau apalagi dibeberapa tempat saya melihat retakan ice yg sangat panjang. Tetapi sejalan dgn waktu saya mulai berani berjalan lebih jauh apalagi saya melihat banyak orang melakukan hal yg sama dgn kami. Sayang....ketika sang mentari mulai lelah, suhupun mulai terasa dingin. Kami memutuskan utk pulang kerumah dan berjanji esok hari akan kembali lagi.