Foto ini saya ambil bulan yg lalu. Waktu itu kita melakukan hiking disebuah hutan. Berhubung kita datang kesana agak sore dan dimusim winter sang mentari selalu ingin secepatnya bersembunyi, akhirnya kita harus berjalan didlm kegelapan hutan. Untungnya saja salju masih bertebaran diatas tanah, jadi dari sana kita mendapatkan sedikit sinar dan alhamdulilah sang rembulan berbaik hati dgn memberikan sinar purnamanya kepada kita. Sebagai rasa terimakasih saya berusaha utk memoto sang bulan, tetapi hasilnya banyak yg gagal ( gelap bow....tangan saya tdk bisa tenang memegang foto yg membutuhkan wkt yg cukup lama ).
Jembatan yang satu ini merupakan salah satu atraksi bagi para turis yg berliburan di provinsi Normandy terutama jika mereka ingin menuju kota cantik Hornfleur atau kota diseberangnya Le Havre. Sayangnya jika ingin melalui jembatan ini kita diharuskan utk membayar € 5 utk sekali jalan. Tetapi bisa dimengerti jika mereka meminta pungutan krn utk membangun dan merawat jembatan ini membutuhkan biaya yg cukup besar. Selain dgn mobil, kita juga bisa mengendarai sepeda atau berjalan kaki (ada jalur khusus). Jujur aja, saya agak takut utk berjalan kaki diatas jembatan ini krn gerakan dari mobil² yg berseliweran bisa kita rasakan dan dibawah sana membentang sungai seine yg cukup dalam dan lebar.
Kami sempat 4 kali melalui jembatan ini. Untuk memoto jembatan secara dekat dari dalam mobil cukup sulit karena gerakan mobil itu sendiri dan juga posisi duduk saya yg disebelah kanan. Saya sempat mengambil foto dari kejauhan tetapi sayangnya cuaca saat itu agak berkabut.
Foto angsa ini saya ambil dari atas jembatan di kota kecil yg bernama Wissant - Normandy. Waktu itu sang mentari bersinar cukup terik, saya memutuskan utk beristirahat, sedangkan uwe asyik menjelajahi sudut² dikota imut ini. Tadinya saya berpikir angsa ini hanya mempunyai satu buah kaki saja dan saya merasa kasihan karenanya. Ternyata ketika seorang bocah melemparkan sepotong roti sisa, angsa tersebut dgn gemulai menampakkan kaki yg disembunyikan dibawah perutnya dan berenang dgn tenang menuju sang bocah. Ealaaah....rupanya si angsa lagi siesta toh ?!
Kalau foto burung camar ini saya ambil disebuah pantai kota turis tua yang cantik, bernama Deauville. Seperti diketahui jika pantai menghadap kearah lautan (dlm hal ini lautan Atlantik), angin yg berhembus terasa cukup kencang. Tetapi hal ini tidak menyurutkan beberapa burung camar yg ingin beryoga ditepi pantai ini.