Mittwoch, 26. Dezember 2007

Venner Moor

Sore itu cuaca cukup bagus, matahari bersinar cukup hangat walaupun sebentar² disenggol oleh awan² genit yg berusaha ingin menutupi sinarnya. Kita memutuskan utk wandern ato jalan ke alam, kali ini kita ingin jalan ke daerah Moor(rawa) di kota Venne. Jika kalian membaca kata "rawa", disini kita tdk akan melihat daerah rawa² spt di film Amrik ato rawa di Indo. Daerah rawa disini tdk terlalu berbahaya selain itu tdk ada binatang liarnya, paling hanya bajing, kelinci, burung² ato ayam liar yg berbulu indah (Fasan). Dimusim hujan memang ada banyak genangan air dibeberapa tempat, jadi terlihat seperti rawa. Di musim kering, tanah rawa ini bisa dipanen, dibentuk kotak² mirip batu bata besar, digunakan sebagai pupuk ato vitamin tambahan bagi tanaman.

Sebenarnya sdh beberapa kali kita berkunjung ke daerah Moor di kota Venne, tetapi utk kali ini kita akan mengambil rute yg lain krn disini ada banyak rute utk wandern. Jalanan yg kita lalui cukup stabil walaupun kemarin turun hujan. Berhubung saat ini lagi winter, jadi jalanan yg sebenarnya becek bisa kita lalui tanpa kesulitan (tanahnya jadi keras). Yg menarik dari daerah Moor adalah, ada banyak pohon² dipinggir jalan yg tumbuhnya miring, baik ke kiri maupun ke kanan. Truz...ada beberapa pohon yg mempunyai lubang di bag tengahnya, kita melihat spt teropong, tetap pohon ini masih hidup loh. Selain itu banyak jalan yg bergelombang, krn struktur tanahnya yg tdk stabil (daerah rawa).



Yg menarik adalah saat matahari secara perlahan akan terbenam, dibanyak tempat mulai berkabut (datangnya dari bag bawah-tanah rawa), suasana agak² mirip di film² horor gicu loh. Sebenarnya saya ingin mengabadikan momen tersebut tetapi sangat susah, hasilnya terlalu gelap.

Sonntag, 23. Dezember 2007

Impresi awal musim dingin

Awal winter tahun ini seperti biasanya, kita yang tinggal di bag utara-barat Jerman selalu tidak kebagian salju. Tidak seperti winter ditahun 2005, salju turun dgn derasnya hingga banyak kabel² listrik tekanan tinggi yg rusak atau banyak rumah yg terancam rusak/roboh krn tekanan dari tumpukan salju yg berkumpul diatas atap.

Suhu sejak beberapa hari belakangan ini selalu berada dibawah 0°c. Bisa dibayangkan jika kita naik sepeda, betapa nyamannya kulit muka terterpa angin dingin. Seperti kemarin, saya harus pergi ke Wochenmarkt (pasar tradisional) membeli pesanan mutti dan tetangga, tiba² hidung saya sempat mengeluarkan darah. Untungnya saja tidak berlangsung lama.

Sore harinya saya mengajak uwe utk sekedar menikmati musim dingin ini walaupun tanpa salju. Kita sempat jalan agak keluar dari Osnabrück dan agak kedaerah perbukitan, ternyata disana banyak ladang dan hutan yg berwarna putih. Entah kenapa saya sangat menyukai motif warna putih ini, klo org Jerman bilang ini adalah Rauhreif ( mirip salju tp bukan salju, lebih cenderung ke ice ). Saya mengambil beberapa motif dari Rauhreif ini.



Ketika secara perlahan sang matahari mulai pergi ke peraduannya, suasana disekitar menjadi gelap tetapi sangat indah, apalagi kita masih bisa melihat warna biru dilangit dan sisa warna merah dari sang matahari.



Donnerstag, 20. Dezember 2007

Schärfentiefe

Jangan kabur dulu yah kalau baru baca judulnya. Sebenarnya nama lain dari Schärfentiefe adalah Shallow Depth of Field ( Shallof DoF). Mungkin kalau di terjemahin secara bebas ke dlm bhs Indonesia adalah kedalaman ketajaman foto. Tetapi disini saya tidak mau membahas ttg hal ini lebih dalam krn saya sendiri baru beberapa jam mengenal nama yg satu ini. Kalian bisa membaca sedikit tutorial dari blog ini (maaf loh mbak, blog na saya link) atau cari lagi di buku petunjuk yg kalian punya atau bisa juga surfing diinternet.

Disini saya memakai motif putik bunga Weihnachtsstern. Selain itu saya menggunakan objektif makro 60mm dan juga stativ (krn Zeitnya ada yg lama). Perhatikan bag putik bunga ( objek utama foto), terutama bag warna kuningnya. Setelah itu kalian bisa melihat perbedaan Shallow DoFnya.


1. Foto diambil secara Manual (M), Iso: 400, Zeit: 1/30 sec, Blende: 2,8 .


2. Foto diambil secara Manual (M), Iso : 400, Zeit: 1/8 sec, Blende: 5,6


3. Foto ini diambil secara Manual (M), Iso: 400, Zeit : 1 sec, Blende: 16


Kalau menurut kesimpulan saya sih, jika Blende semain kecil (tp di kamera menunjukan angka yg besar) dan Zeit yg agak lama , Shallow DoF-nya jadi lebih besar atau lebar bahkan hasilnya bisa juga lebih terang (krn waktu pengumpulan cahaya ke dlm kamera yg cukup lama).


Samstag, 15. Dezember 2007

Isenk aaaahhhh.....


Seperti biasa dihari Sabtu saya pergi ke Wochenmarkt (pasar tadisional). Walaupun suhu diluar cukup dingin (3°c booowww....) dan agak berangin, saya paksakan di Krakatau ( sepeda kesayangan daku ) utk keluar dari kandang. Brrrr.....ternyata angin semilir yg menyapa kulit muka ini benar² dingin euy. Untung saza daku pakai kacamata, kalau tdk bisa berair teruz deh ini mata terterpa si angin dingin.


So, di pasar daku hanya membeli telur 2 kotak serta berbagai jenis buah sebagai doping utk menghadapi musim dingin ini. Setelah itu acara lanjut ke toko asia, beli udang, tahu dan lengkeng.

1. Ini Foto diambil dgn iso 400, Blende 4, Zeit 1/6 sec. Tidak dipoles sama sekali.

2. Ini foto sama dengan diatas, hanya saja saya poles sedikit sinarnya dgn sebuah program.


Montag, 10. Dezember 2007

Latihan lagi


Kebetulan sore kemarin cuaca agak sedikit ramah. Kita memutuskan utk pergi ke alam, mencari motif utk latihan. Saya merasa masih belum banyak mengerti dan harus mencoba-coba. Kali ini saya mencoba memakai Shutter Speed ( zeit ato kecepatan bukaan diapragma ) yg berbeda. Untuk iso saya gunakan 400, Blende 4 ( aperture ato diapragma ).

1. Foto ini menggunakan shutter speed 1/160 sec


2. Foto ini menggunakan shutter speed 1/400 sec


3. Foto ini menggunakan shutter speed 1/800 sec




Freitag, 7. Dezember 2007

Nikolaustag


Waktu tgl 5 Desember yg lalu, umat Nasrani terutama anak² kecil merayakan Nikolaustag. Biasanya anak² kecil berusaha membersihkan sepatu bot dan meletakkannya didekat pintu, bisa juga meletakkan kaus kaki atau topi santa besar dekat perapian. Dengan harapan keesokan harinya menemukan hadiah dari Santa.


Sebuah mini mall yg ada di kota tempat tinggal saya setiap tahunnya selalu mengadakan pertunjukan spt itu, dimana mereka mengumpulkan sebelah sepatu dari anak² ( biasanya diambil dari anak² TK ) serta diberi nomor. Sepatu tersebut hrs bersih, nanti didlmnya diisi hadiah kecil spt coklat, permen serta wafer. Pada tgl 5 Desember yg lalu anak² tersebut bisa mengambil hadiahnya. Menurut saya cara tersebut cukup unik, membahagian anak² dgn sebuah hadiah manis.


Montag, 3. Dezember 2007

Pemula


Banyak org memiliki hobby Fotografie, salah satunya adalah saya. Tadinya saya tdk ingin mempelajari hobby ini dgn lebih dalam krn membutuhkan waktu dan konsentrasi. Entah kenapa sejak melihat pameran Foto bulan lalu, saya jadi tertarik utk mencobanya. Kebetulan saya baru saja memiliki foto semi profi utk pemula plus sebuah buku panduannya ditambah beberapa wejangan dari suami, mulailah saya mencoba jepret sana-sini.


Ternyata memoto itu tdk mudah, ada banyak hal yg perlu diketahui, dipelajari dan diulangi. Tapi jujur saja....hobby ini sangat mengasyikkan, apalagi jika kita bisa mendapatkan motif dan hasil yg memuaskan. Mungkin bagi org² yg sdh lama mendalami hobby ini, apa yg saya hasilkan tdk terlalu istimewa. Oleh karena itu, jika anda mempunyai tips, jgn sungkan utk kontak ke saya. Ini beberapa hasil jepretan saya:

1. Foto ini diambil didlm ruangan yg cahayanya tdk terlalu terang (sinar lampu warna kuning). Saya menggunakan objektiv pinjaman EF 50mm. Saya mencobanya beberapa kali dgn bbrp program. Kemudian suami menyarankan agar saya menggunakan weißagleich ( dgn memoto sehelai kertas warna putih, hasilnya disave dan digunakan utk memoto) supaya hasilnya tdk terlalu berwarna kuning krn pengaruh warna lampu dari ruangan.


2. Foto ini diambil saat sore hari di kota Tecklemburg. Spt kita ketahui jika menjelang winter suasana diluar cepat sekali menjadi gelap. Kebetulan wkt hari sabtu sang matahari sedikit berani utk bersinar. Saya menggunakan objektiv EFS 18-55mm. Saya sempat beberapakali mencoba mengambil motif ini dan mencoba bbrp program yg ada.
3. Mengambil foto yg ini agak sulit bagi saya, krn motif backgroundnya benar² terang (tersorot matahari) sedangkan ditempat saya berdiri tdk ada sinar matahari. Pilihannya cuma satu, apakah saya akan mengambil warna terang didepan atau dibelakang. Kalau saya mengambil warna terang didepan, berarti bag belakangnya tdk akan terlihat (corong asap). Saya mencoba banyak variasi dari program yg ada, sebagai perbandingan utk mengambil hasil yg menurut saya cukup baik.

4. Motif ini saya ambil didlm cafe, dimana ruangannya sangat terang dgn banyak sinar lampu berwarna kuning. Diseberang saya terdapat jendela besar (sinar dari luar). Saya mencoba bbrp variasi program, tetapi hasil warnanya kurang memuaskan ( agak kuning). Lagi² saya hrs mencoba dgn Weißagleich (memoto warna yg lebih terang dlm hal ini putih dan men-save-nya). hasilnya cukup memuaskan, netral dan tdk ada warna kuning.

Saya memang masih harus banyak belajar, membaca buku petunjuk dan sering mengulang dlm membidik motif. Jika ada yg berminat utk membagi ilmu Fotografie-nya, akan saya terima dgn sangat gembira.